Notification

×

Iklan


Iklan


Ulama Aceh Desak Presiden Tetapkan Banjir Sumatra sebagai Bencana Nasional

30 November 2025 | 6:30 AM WIB Last Updated 2025-12-01T14:33:19Z


Desakan agar pemerintah pusat menetapkan banjir besar yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat sebagai bencana nasional semakin menguat. Selain dorongan dari kalangan pemerintahan daerah, legislatif, dan tokoh masyarakat, kini suara tegas datang dari ulama dan pimpinan dayah Aceh. Mereka menilai kondisi banjir telah mencapai level kedaruratan nasional dan tidak lagi mungkin ditangani dengan kemampuan daerah semata. Ulama karismatik Aceh Waled Nuruzzahri (Waled NU) menegaskan bahwa skala bencana yang terjadi sudah melampaui batas penanganan daerah. Penetapan status bencana nasional, kata beliau, bukan sekadar label administratif, tetapi langkah penting agar negara dapat mengerahkan sumber daya besar secara cepat dan terukur. “Ini bukan lagi bencana daerah, tetapi bencana lintas provinsi yang membutuhkan intervensi langsung pemerintah pusat. Kami meminta Presiden untuk segera menentukan status bencana nasional agar penanganannya lebih cepat, terukur, dan menyeluruh,” ujar Waled NU dalam pernyataan resmi kepada NU Online, Minggu (30/11/2025).

Ulama Aceh Pimpinan Dayah Ummul Ayman Samalanga ini menyampaikan bahwa dalam sepekan terakhir hujan ekstrem memicu meluapnya sungai-sungai besar, merendam ratusan desa, memaksa ribuan warga mengungsi, dan memutus akses transportasi. Jembatan ambruk, fasilitas publik lumpuh, dan sejumlah dayah serta pesantren mengalami kerusakan parah. Informasi dari relawan di lapangan menunjukkan masih banyak titik terdampak banjir yang terisolasi dalam kondisi minim fasilitas. Listrik padam, akses komunikasi terbatas, air bersih sulit diperoleh, dan layanan medis tidak mencukupi.

Banyak dayah menerima dampak parah. Para santri bukan hanya kehilangan tempat belajar, tetapi juga tempat tinggal. Ini menyentuh urat nadi pendidikan umat dan harus mendapat perhatian serius,” tegas Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) itu. Waled menambahkan bahwa Aceh dan wilayah Sumatra lainnya adalah daerah yang rentan terhadap bencana hidrometeorologi, sehingga respons nasional menjadi hal yang sangat logis.
 

×
Berita Terbaru Update